![]() |
| Bupati Purbalingga Mencanangkan Gerakan Tanam Kedelai |
Purbalingga – Pada 2018, warga Purbalingga akan menikmati
tempe, tahu dan sajian berbahan baku kedelai dari hasil petani sendiri, bukan
lagi kedelai impor. Optimisme itu diusung oleh Bupati Purbalingga Tasdi saat
Pencanangan Gerakan Tanam Kedelai di Desa Sindang, Kecamatan Mrebet, Rabu
(11/04).
Bupati Tasdi mengatakan pemerintah
telah mentargetkan program swasembada kedelai pada tahun ini tercapai. Khususnya
di Kabupaten Purbalingga, Ia berharap dapat terwujud sehingga mampu mengurangi
kedelai impor yang selama ini menjadi bahan baku industri tempe, tahu dan
olahan kedelai lainnya.
“Jadi, program Bela Beli
Purbalingga juga tidak setenggah setengah, artinya tempe dibuat oleh orang
Purbalingga, kedelainya ya harus dari Purbalingga. Kita harus bisa berdikari di
bidang ekonomi, seperti yang dicita-citakan Presiden Soekarno dulu,” ungkapnya.
Optimisme bupati di
dukung dengan program-program kongkrit yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian
Kabupaten Purbalingga. Pada tahun ini, Purbalingga mendapat target pengembangan
Perluasan Areal Tanaman Baru (PATB) kedelai seluas 10.000 hektar. Angka ini
merupakan target fantastis mengingat tahun lalu, luas pertanaman kedelai di
Purbalingga hanya 156 ha.
“Target tersebut
sangat fantastis tapi kita optimis dapat tercapai karena sudah di bagi habis
untuk 18 kecamatan pada 640 kelompok tani,” ujar Kepala Dinas Pertanian Lily
Purwati.
Untuk mensukseskan
program tersebut berbagai kemudahan diberikan kepada petani yang bersedia
menanam kedelai. Sarana produksi berupa benih unggul, pupuk dan rhizobium
diberikan cuma-cuma. Petani juga akan didampingi oleh penyuluh pertanian,
petugas pengamat hama yang sudah diberikan bimbingan teknis kedelai.
Sementara untuk pasca
panen dan pemasaran juga dijamin. Dinas Pertanian sudah menggandeng perusahaan
dari Grobogan yang bersedia untuk membeli kedelai produk pertani purbalingga.
Untuk benih akan dibeli mulai harga Rp 8.500 / kg sementara untuk kedelai
konsumsi Rp. 6500 / kg. “Jadi, tidak usah khawatir, hasil panen juga dijamin
akan dibeli,” ujarnya yakin.
Lily menambahkan
pertanaman kedelai yang luas akan mencukupi kebutuhan kedelai lokal dan
menopang target swasembada yang dicanangkan pemerintah. “Bila satu hektarnya
bisa menhasilkan 1,5 ton saja maka untuk luas tanam 10.000 hektar akan dicapai
produksi 15 ribu ton kedelai,” katanya.
Dalam rangkaian acara
tersebut, Bupati juga melakukan peletakan batu pertama rehab rumah tidak layak
huni (RTLH) atas prakarsa para THL Penyuluh pertanian. Selain itu, Bupati juga
memberikan bantuan Rp 100 juta untuk pembangunan lapangan olah raga dan kios
desa. Kemudian, juga diserahkan bantuan alsintan berupa cultivator, alat potong
padi, alat tugal multiguna, klaim Asuransi Usaha Tani Padi, pembagoan Rasbangga
dan Pemberian Makanan Tambahan untuk ibu hamil dan balita. (Goen)


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !